Fish

VIDEO PEMBELAJARAN

Loading...

Rabu, 19 Agustus 2015

Pemahaman Konsep Matematika

PENDAHULUAN


            Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan  matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mengingat pentingnya  peranan  matematika  ini, upaya untuk meningkatkan sistem pengajaran   matematika  selalu   menjadi   perhatian, khususnya   bagi   pemerintah   dan    ahli pendidikan matematika.  Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan pemerintah terlihat pada penyempurnaan kurikulum matematika. Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem dan penyelenggaraan pendidikan termasuk pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Kebijakan pemerintah tersebut mengamanatkan kepada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).  Menurut Depdiknas (2006), Salah satu tujuan Kurikulum KTSP pelajaran matematika yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
            Menurut Rohana (2011:111) Dalam memahami konsep matematika diperlukan kemampuan generalisasi serta abstraksi yang cukup tinggi. Sedangkan saat ini penguasaan peserta didik terhadap materi konsep – konsep matematika masih lemah bahkan dipahami dengan keliru. Sebagaimana yang dikemukakan Ruseffendi (2006:156) bahwa terdapat banyak peserta didik yang setelah belajar matematika, tidak mampu memahami bahkan pada bagian yang paling sederhana sekalipun, banyak konsep yang dipahami secara keliru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar, ruwet, dan sulit. Padahal pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran matematika seperti yang dinyatakan Zulkardi (2003:7) bahwa ”mata pelajaran matematika menekankan pada konsep”. Artinya dalam mempelajari matematika peserta didik harus memahami konsep matematika terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan soal-soal dan mampu mengaplikasikan pembelajaran tersebut di dunia nyata. Konsep-konsep dalam matematika terorganisasikan secara sistematis, logis, dan hirarkis dari yang paling sederhana ke yang paling kompleks. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika merupakan dasar untuk belajar matematika secara bermakna.
            Untuk mencapai pemahaman konsep peserta didik dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep – konsep matematika. Namun demikian peningkatan pemahaman konsep matematika perlu diupayakan demi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalah tersebut, guru dituntut untuk profesional dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mampu mendesain pembelajaran matematika dengan metode, teori atau pendekatan yang mampu menjadikan siswa sebagai subjek belajar bukan lagi objek belajar. Berdasakan latar belakang masalah, makalah ini mengkaji tentang pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika.

Kamis, 29 Mei 2014

LKTI BLPT 2014

BAB I
PENDAHULUAN


A.        Latar Belakang
            Penerapan kurikulum 2013 diharapkan mampu merubah paradigma bahwa proses pembelajaran matematika yang berlangsung selama ini, masih banyak didominasi oleh pendidik, dimana pendidik sebagai sumber utama pengetahuan dan peserta didik hanya diberitahu bukan mencari tahu. Keberadaan pendidik dalam suatu lingkungan sekolah memegang peranan penting dalam pembelajaran tidak dapat disangkal lagi. Metode yang digunakan banyak menuntut keaktifan pendidik dalam proses pengajaran di kelas, sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran seperti hanya mendengar, memperhatikan dan mencatat apa yang diterangkan pendidik di depan kelas. Dan akhirnya peserta didik tidak terlatih untuk berpikir mengembangkan ide memantapkan pemahaman tentang suatu konsep.
            Hasil penelitian TIM pemetaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan (PPMP) Universitas Sriwijaya tahun 2011 tentang Ujian Nasional untuk Provinsi Sumatera Selatan dalam tiga tahun terakhir peserta didik mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep materi integral volume benda putar termasuk yang bermasalah.
            Menurut Siagian & Maya (2012) Kesulitan peserta didik dalam belajar matematika disebabkan oleh cara pendidik menyampaikan materi pelajaran yang sulit diterima peserta didik.  Kenyataan seperti ini membuat pengajaran  menjadi tidak menarik, sehingga peserta didik  tidak tertarik untuk belajar matematika yang pada akhirnya mengakibatkan penguasaan terhadap matematika menjadi relatif rendah. Pengajaran yang berpusat pendidik sudah sewajarnya diubah pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
            Proses pendidikan dan pengajaran yang ideal pada hakikatnya merupakan suatu ajakan seorang pendidik untuk mengantarkannya seorang peserta didik ke tujuan belajarnya dengan cara menyediakan situasi dan kondisi serta fasilitas yang kondusif sehingga lahirlah suatu interaksi edukatif yang harmonis. Dimana pendidik lebih berpesan sebagai organisator, motivator, fasilitator dan evaluator. (Prawoto dalam Usman, 38:2013).  
            Salah satunya strategi untuk mengatasi problem pembelajaran matematika yang terjadi diatas yaitu pendidik dapat memilih strategi dan model pembelajaran yang tepat sehingga tercapai hasil yang maksimal mungkin. Dalam pembelajaran pendidik harus mengajar seefektif dan mengajar bagaimana peserta didik belajar.
            Menurut Paradesa (2010:95) Tahapan penting dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu peserta didik mencapai kompetensi. Selanjutnya Menurut Moore (2005) Menjabarkan materi pokok dalam bahan ajar yang lengkap dimana isi materi harus dipilih dan diatur agar sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai menjadi tugas pendidik.   
            Bahan ajar saat ini selain buku adalah bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan pada materi pembelajaran. Menurut Dick dan Carey (1978) menyatakan ada dua jenis materi pembelajaran, yaitu materi ajar yang tertulis (written) dan materi ajar yang di mediakan (mediated) atau disebut materi ajar cetak (print material) dan non cetak (non printed). Untuk itu dalam pembelajaran matematika di harapkan materi pembelajaran menggunaan komputer, karena komputer bisa menyajikan materi dalam bentuk grafis dan audio-video, tetapi tidak semua materi pelajaran matematika dalam kurikulum bisa disajikan dalam komputer.  
            Salah satu aplikasi dalam komputer yang dapat membantu proses pembuatan materi pembelajaran matematika yang sangat popular adalah software Microsoft Power Point. Menurut Rusman (295:2012) Microsoft Power Point merupakan program aplikasi presentasi yang polpular dan paling banyak digunakan saat ini untuk berbagai kepentingan presentasi, baik pembelajaran, presentasi produk, meeting, lokakarya dan sebagainya.  
            Penggunaan aplikasi komputer dalam pembelajaran matematika ini sejalan dengan penerapan kurikulum 2013, Menurut Depdiknas (2013) Ciri pembelajaran kurikulum 2013 antara lain: berpusat pada peserta didik, interaktif, jejaring, aktif, kelompok, multimedia dan kritis. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Harja (2013) Dalam proses pembelajaran matematika hendaknya senantiasa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan pemanfaatan komputer dan internet.
            Berdasarkan uraian diatas, peneliti mengembangkan bahan ajar matematika integral volume benda putar menggunakan Microsoft Power Point yang berisi materi dan contoh soal, latihan soal, soal evaluasi, soal remedial dan soal pengayaan. Dalam hal ini penulis mengambil judul “ Pengembangan Bahan Ajar Integral Volume Benda Putar Menggunakan Microsoft Power Point Di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III “.  
      
B.        Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana mengembangkan bahan ajar integral volume benda putar menggunakan  microsoft power point ?
2.      Apakah bahan ajar integral volume benda putar menggunakan  microsoft power point memiliki efek potensial terhadap hasil belajar  di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III?

C. Tujuan
            Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini, yaitu :
1.      Menghasilkan bahan ajar integral volume benda putar menggunakan  microsoft power point
2.      Melihat efek potensial bahan ajar integral volume benda putar menggunakan  microsoft power point terhadap hasil belajar  di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III?

D. Manfaat
            Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1.      Sekolah dapat motivasi  untuk meningkatan  pemanfatan dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran disekolah
2.      Pendidik dan peserta didik dapat menjadikan bahan ajar ini sebagai alternatife materi pembelajaran matematika materi integral volume benda putar di sekolah.

BUKU TAMU

PENGIKUT

FACEBOOK